cerbung...
Pagi part 1
Masih bersama pagi yang hanya sebentar. Pagi tak pernah bertahan lama, namun harapku semoga aku selalu bertemu dengan pagi.
Masih bersama pagi. Dan aku selalu melewati saat-saat itu. Eman, kata orang jawa sih katanya begitu. "Ojo tangi awan-awan, mengko rejekimu di pathul pithik". Ya, semacam itu peribahasanya orang jawa. "Jangan bangun siang-siang, nanti rizky mu akan di patok ayam". Sering sekali ya mendengar peribahasa yang satu ini.
Ini kisahku, masih tentang pagi yang jarang sekali aku jumpai. Ah, wajar saja jika aku tak punya uang, hehe. Bangunnya siang mulu sih. Bukan tentang itu juga. Pagi, dimana aku pernah terbangun saat pagi. Saat pagi-pagi sekali. Entah apa yang membangunkan ku. Namun, saat itu juga aku tertidur kembali. Bangunku terasa seperti mimpi. Bangun, berjalan, kemudian kembali tertidur. Entah apa yang membuatku seperti itu. Sampai kini pun masih seperti itu.
"Mei,," "Meii" "Bangun !!" Ah, suara Ibu. Aku melirik waker sebelah ranjang tidurku. Jam pendeknya masih mengarah ke angka 7. Terlalu pagi untuk bangun. Selalu seperti ini. Aku baru saja tamat belajar dari SMA. Wajar bila bangun siang-siang hehe. Tamatnya sudah hampir satu tahun sih. Hmm. Masih belum dapat pekerjaan. Sukanya di rumah saja. Nunggu pangeran meminangpun, belum ada. Hmm, nglanturkan. Mana ada cowo yang mau sama cewe pemalas kaya kamu Mei. Apalagi dengan julukan pangeran. Pasti sudah mencari permaisuri yang cantik dan teladan. Hmm..
Ibu ku sangatlah baik. Ya iya, mana ada seorang Ibu yang jahat, kecuali Ibu tiri. Ibu tak pernah marah bila aku bangun pagi. Tapi, kadang aku juga kasihan. Aku anak satu-satunya tidak bisa di andalkan sama sekali. Bisanya makan-tidur-makan-tidur-jarang mandi pula. Sebenarnya aku pernah berkeinginan ingin memasuki perguruan tinggi. Gimana ya, aku hanya tinggal dengan Ibu. Ayah ku entah kemana. Jangan pernah bertanya kemana. Jadi, untuk masuk perguruan itu tidaklah mumpuni pikirku. Aku juga tidak pintar untuk mendapatkan sebuah beasiswa. Pengen sih. Tapi yah sudahlah.
Ibuku datang ke kamar. Tumben sekali, biasanya sudah pergi kerja. Dan aku siap sarapan.
"Mei, tadi kamu di cari sama Tomi" Kata Ibu sambil membuka jendela kamar aku. Aku denger sambil melek dan duduk kemudian. Ya, Tomi adalah teman semasa SD ku dulu, SMP tidak satu sekolah, SMA pun juga tidak. Tapi kita bersebelahan rumahnya. Tomi senasip denganku. Belum bekerja setelah tamat SMA. Bedanya, Tomi sudah melamar pekerjaan kemana-mana dan belum ketrima. Dan aku, di rumah, nonton tv. Liat foto album. Buka laptop, buka doang. Dan serasa boring.
"Tomi? Ngapain bu?" Tanyaku. Kemudian bangun melipat selimut yang telah ku pakai, dan merapikan guling yang berjatuhan ke lantai. Entah aku tidur seperti apa, semuanya bisa jatuh. Untung aku tidak hehe.
"Katanya mau bertemu sama kamu, emangnya sudah ada janji apa?" Kata ibu sambil duduk di dipan.
"Tidak ada, terakhir ketemu kemarin lusa di lapangan sepak bola" Kemudian aku duduk di samping ibu.
"Ya nanti temui saja, siapa tau Tomi ada kepentingan" Kata Ibu.
"Iya bu, kok Ibu di rumah?" Tanya ku ke Ibu
"Kenapa? Kamu tidak suka kalau Ibu di rumah?" Tanya ibu sambil mengelus rambut ku.
"Bukan, Mei sangat senang kalau Ibu di rumah. Tapikan biasanya Ibu sudah pergi bekerja sejak pagi tadi." Tanya ku heran. Sekarang juga bukan hari libur.
"Tidak apa-apa. Kantornya masih tutup. Emm, di liburkan, Karena ada acara katanya" Jawab Ibu sambil sedikit bingung. Enyah kenapa aku tidak tau.
"Ya sudah, kamu cepat mandi. Terus sarapan, nanti temui Tomi di rumahnya" Kata Ibu sambil mencium keningku dan berdiri kemudian keluar.
"Emm, iya bu" Aku bingung kenapa Ibu tidak bekerja hari ini. Mungkin benar ada acara di kantornya. Ah, aku jadi penasaran. Ada apa Tomi mencari ku. Tidak seperti biasanya. Kemudian aku mandi. Setelahnya akan ku jumpai Tomi di rumahnya. Untuk menanyakan ada kepentingan apa.
~Bersambung...
Terima kasih sahabat kata telah membaca cerita ku hari ini, kelanjutan dari kisah Mei akan di lanjut pada blog selanjutnya.
Hanya sekedar berbagi kata
Selamat beraktivitas. :)

Komentar
Posting Komentar